Penyakit Agung Hercules Meninggal di Usia 51 Tahun

Penyakit Agung Hercules
Penyakit Agung Hercules Meninggal di Usia 51 Tahun

Penyakit Agung Hercules – Artis Agung Hercules, yang memiliki nama asli Heru Kunto Lesmono, mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta, akibat kanker otak glioblastoma yang dideritanya. Seperti dilansir Kumparan, Agung sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang.

Setelah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, artis berusia 51 tahun yang identik dengan goyang barber ini pun, melanjutkan perawatan melalui pengobatan alternatif, di Bandung, Jawa Barat. Agung sebelumnya sudah menjalani operasi sebanyak tiga kali.

Penyakit Agung Hercules, Glioblastoma

Glioblastoma merupakan salah satu tumor yang menyerang otak maupun tulang belakang, serta berkembang dengan cepat. Tumor yang bersifat ganas ini,dapat berkembang menjadi kanker. Saat sudah menjadi kanker, penyakit ini sulit ditangani.

Memang, hingga saat ini, penyebab pasti dari glioblastoma belum diketahui. Namun, penyakit ini bisa menimbulkan gejala berupa kondisi-kondisi berikut ini.

  • Penurunan nafsu makan
  • Sering muntah
  • Penglihatan ganda atau buram
  • Sakit kepala berkepanjangan
  • Perubahan kepribadian maupun suasana hati
  • Gangguan bicara
  • Kelemahan otot
  • Perubahan kemampuan berpikir
  • Kejang

3 Faktor risiko kanker Penyakit Agung Hercules

Meski penyebab kanker otak ini belum diketahui, setidaknya ada tiga faktor risiko terhadap gliobastoma. Anda harus waspada, jika memiliki kondisi berikut ini.

  • Mengalami paparan radiasi

Terapi radiasi ion dalam pengobatan jenis kanker lain, bisa meningkatkan risiko terhadap kanker otak glioblastoma.

  • Berusia lanjut

Risiko terhadap kemunculan tumor otak akan semakin tinggi, seiring bertambahnya usia. Walaupun bisa terjadi pada semua kelompok usia, penyakit ini lebih rentan dialami individu dengan usia 45-65 tahun.

  • Keluarga dengan riwayat gliobastoma

Penyakit gliobastoma memang jarang diturunkan dalam keluarga. Namun, memiliki keluarga dengan riwayat gliobastoma, tetap bisa meningkatkan risiko terhadap kondisi serupa.

Agung Hercules pilih pengobatan alternatif, apa saja herbal yang bisa dipilih?

Selain menjalani operapi dan serangkaian pengobatan medis, Agung Hercules pun sempat mencoba pengobatan alternatif. Hingga saat ini, memang belum ditemukan pengobatan medis yang terbukti menyembuhkan glioblastoma seutuhnya.

Oleh karena itu, pemanfaatan herbal pun menjadi pilihan bagi pasien gliobastoma. Sebanyak 80% tumbuhan yang digunakan sebagai obat, merupakan tanaman liar. Sebelum dikonsumsi, tanaman-tanaman ini dikeringkan secara alami.

Berikut ini jenis tanaman herbal yang dapat dimanfaatkan untuk mengobati glioblastoma.

  • Asteraceae
  • Betulaceaea
  • Brassicaceae
  • Cannabaceae
  • Gentianaceae
  • Lamiaceae
  • Santalaceae
  • Urticaceae

Dalam fitoterapi atau pengobatan alternatif dengan herbal yang terbukti secara ilmiah mengobati penyakit, penderita kanker biasanya menjalani kombinasi dua jenis perawatan. Keduanya adalah perawatan medis dan perawatan dengan herbal.

Sebuah penelitian yang diterbitkan World Journal of Surgical Oncology, menemukan hasil positif pada pasien glioblastoma yang sudah menjalani fitoterapi selama 48 bulan. Meski demikian, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut, untuk membuktikan efektivitas fitoterapi.

Apakah kanker otak glioblastoma bisa disembuhkan?

Ada beberapa faktor yang memengaruhi keberhasilan perawatan gliobalastoma. Misalnya, faktor usia. Sebab, pasien glioblastoma yang mulai menjalani perawatan sebelum berusia 50 tahun, memiliki potensi lebih tinggi terhadap keberhasilan perawatan.

Selain itu, fase tumor juga ikut berpengaruh. Pada tumor tahap awal, operasi bisa dilakukan untuk mengangkat tumor seluruhnya, kemudian dilanjutkan dengan radioterapi dan kemoterapi, untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa setelah operasi. Tentunya, hal ini pun berdampak positif pada keberhasilan perawatan glioblastoma.

Saat ini, prosedur medis yang diterapkan, dianggap mampu memperpanjang usia harapan penderita glioblastoma. Namun sayangnya, perawatan secara medis pun, belum mampu menyembuhkan glioblastoma dengan seutuhnya.

Sebab, sel tumor pada otak, memang sulit disembuhkan. Para ahli pun masih berusaha menemukan perawatan baru, untuk mengangkat seluruh sel tumor secara optimal.

Meski demikian, semakin cepat perawatan terhadap penyakit glioblastoma dimulai, semakin tinggi pula potensi keberhasilannya. Oleh karena itu, pasien glioblastoma disarankan menjalani pemeriksaan rutin. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi gangguan kesehatan secara dini, yang tidak disadari diri sendiri.